Cek Harga ke Pasar, Gubernur Kalteng Pastikan Stok Aman

Palangka Raya,PorisBorneo.id-Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di masyarakat dengan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional dan gudang logistik di Kota Palangka Raya, Rabu (24/12/2025) pagi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya proaktif menjaga ketahanan pangan menjelang periode perayaan Natal dan Tahun Baru.

Rombongan gubernur menyambangi beberapa titik krusial, mulai dari Pasar Besar di Jalan Ahmad Yani, pangkalan gas LPG di Jalan S. Parman, hingga Gudang Bulog di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 3. Dalam kunjungannya, orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini meninjau langsung komoditas penting seperti beras, gula, minyak goreng, various types of onions, chilies, eggs, chicken and beef meat, serta ketersediaan gas LPG.

Dalam kunjungannya, Gubernur Agustiar Sabran tidak hanya sekadar melihat dari jauh. Ia turun langsung berinteraksi dengan para pedagang dan pembeli di Pasar Besar untuk memperoleh informasi akurat di lapangan mengenai pergerakan harga dan kelancaran pasokan menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun.

Hasil dari pemantauan lapangan tersebut kemudian dirangkum oleh Gubernur Agustiar Sabran usai meninjau Gudang Bulog. Ia menyatakan bahwa secara umum, situasi stok dan harga kebutuhan pangan di Kalimantan Tengah terpantau stabil dan diprediksi aman hingga 10 bulan ke depan.

“Meski terdapat fluktuasi minor di kisaran Rp200 hingga Rp300, hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Agustiar kepada awak media.

Ia berharap kondusivitas ini dapat terus terjaga tidak hanya selama periode Natal dan Tahun Baru, tetapi juga pada bulan-bulan berikutnya, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memenuhi kebutuhannya.

Sementara itu, dari sisi pelaku usaha di pasar, salah seorang pedagang sembako, Aminah (42), membenarkan bahwa secara umum harga barang hanya mengalami kenaikan yang wajar. Namun, ia mencatat adanya lonjakan harga signifikan pada komoditas cabai rawit yang menembus Rp120.000 per kilogram, meski harga cabai merah yang sempat menyentuh Rp90.000 kini telah menunjukkan tren penurunan.
(mul)

Show More
Back to top button