Sinergi Bersih Pasar Jelang Ramadan

Palangka raya —Porosborneo.id–Pemerintah Kota Palangka Raya mengambil langkah tegas dalam menangani permasalahan persampahan dengan menggelar aksi massal bertajuk Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Pasar Mini Datah Manuah pada Jumat, 13 Februari 2026, dan melibatkan unsur gotong royong serta kerja bakti skala besar. Inisiatif ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang lebih higienis dan lestari bagi masyarakat.

Program ini sejatinya merupakan implementasi lanjutan dari arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan dalam rapat koordinasi nasional antara pemerintah pusat dan daerah pada beberapa waktu sebelumnya. Tujuannya untuk memperkuat sinergi dalam penanganan sampai di tingkat nasional. Menindaklanjuti hal tersebut, Wali Kota Palangka Raya telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melaksanakan aksi pembersihan di berbagai titik yang dianggap krusial dan strategis di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Berlianto, menjelaskan alasan mengapa Pasar Mini Datah Manuah ditetapkan sebagai lokasi prioritas pembersihan. Ia mengungkapkan bahwa pasar ini direncanakan akan menjadi venue pembukaan kegiatan Pasar Ramadan untuk tahun 1447 H. Oleh karena itu, kondisi kebersihan dan kelayakan area tersebut harus segera dioptimalkan menjelang datangnya bulan suci.

Untuk memastikan kebersihan maksimal, proses pembersihan tidak hanya dilakukan oleh petugas kebersihan rutin, melainkan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kota Palangka Raya menggandeng unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, TNI, Polri, sektor perbankan, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot. Keterlibatan berbagai pihak ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya beban dinas terkait.

Melalui kegiatan ini, Berlianto berharap dapat menularkan kesadaran kepada masyarakat, terutama para pelaku usaha yang beraktivitas di area pasar. Ia mengajak para pedagang untuk mulai membiasakan diri menyediakan tempat sampah di lapak masing-masing dan proaktif menjaga kebersihan area usaha mereka tanpa harus menunggu petugas datang. Perilaku ini dianggap sebagai kunci utama dalam mempertahankan kebersihan jangka panjang.

Selain upaya sanitasi, Pemerintah Kota juga berencana melakukan peremajaan fasilitas fisik pasar. Berlianto menyampaikan bahwa tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan fokus melakukan pembenahan infrastruktur di Pasar Mini Datah Manuah. Targetnya adalah mengubah wajah pasar menjadi lebih tertata rapi, modern, dan nyaman bagi para pengunjung maupun pedagang.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, volume sampah yang berhasil diangkut selama kegiatan tersebut terbilang cukup besar. Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa penumpukan sampah di area publik masih menjadi isu serius yang membutuhkan perhatian semua pihak, serta menegaskan pentingnya aksi kolektif seperti ini untuk secara berkala mengurangi beban pencemaran lingkungan.

Keberlanjutan lingkungan yang bersih dan asri tidak dapat hanya mengandalkan kegiatan seremonial sesekali, melainkan membutuhkan perubahan pola pikir dan budaya sehari-hari dari seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal agar upaya ini bukan hanya sebatas kegiatan perilaku, tetapi mampu membangun sebuah ekosistem kota yang peduli terhadap kesehatan lingkungan sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
(Fathia/mcplk)

Show More
Back to top button