Wajah Baru Barito Utara: 12 Prioritas Pembangunan Bupati Shalahuddin

Muara Teweh,Porosborneo.id-Membangun sebuah daerah bukan semata-mata diukur dari menjulangnya gedung-gedung pencakar langit atau fisik yang megah semata. Sesungguhnya, parameter utama kemajuan sebuah wilayah terletak pada seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput.

Filosofi inilah yang menjadi pegangan teguh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin. Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara menetapkan peta jalan yang jelas melalui 11 program unggulan dan 12 program prioritas. Rangkaian program ini dirancang secara matang sebagai komitmen kerja nyata untuk mewujudkan Bumi Iya Mulik Bengkang Turan yang maju, berbudaya, dan berkeadilan.

H. Shalahuddin menegaskan bahwa visi pembangunannya adalah inklusif. Ia tidak ingin ada satupun wilayah atau kelompok masyarakat yang tertinggal. Dari pembangunan infrastruktur fisik hingga program yang menyentuh langsung kesejahteraan sosial, semuanya dikonsentrasikan demi peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus di masa mendatang.

Berikut adalah rincian 12 program prioritas yang menjadi fokus utama Bupati H. Shalahuddin untuk Barito Utara:

Transformasi Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM), bidang pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama. Pemkab meluncurkan program Pendidikan Gratis 16 Tahun yang mencakup beasiswa untuk jenjang Diploma hingga Sarjana (S1). Tidak berhenti di situ, untuk mencetak SDM unggul dan profesional, pemerintah juga menyediakan bantuan pendidikan lanjutan bagi mereka yang menempuh pendidikan Magister (S2), Doktor (S3), Dokter Spesialis, hingga pendidikan di Akademi TNI dan Polri.

Di bidang kesehatan, Peningkatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat diwujudkan melalui pemberian jaminan BPJS gratis. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki akses layanan kesehatan yang layak tanpa memikirkan biaya. Penunjangnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh juga akan menjalani rehabilitasi guna meningkatkan kualitas pelayanan.

Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Kepedulian Bupati Shalahuddin menyentuh kelompok rentan. Pemerintah memberikan bantuan tetap khusus bagi anak penyandang disabilitas fisik dan mental. Selain itu, untuk meringankan beban masyarakat dalam momen krusial, disediakan bantuan uang duka serta bantuan melahirkan.

Penguatan ekonomi kerakyatan juga menjadi perhatian serius. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK), pemerintah berkomitmen meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar siap bersaing. Di sektor pertanian, dilakukan peningkatan pemeliharaan infrastruktur pedesaan dan pembukaan lahan kelompok tani dengan skema pengadaan satu paket alat berat untuk setiap dua kecamatan, sehingga produktivitas pertanian dan perkebunan dapat dioptimalkan.

Apresiasi bagi Aparatur dan Tokoh Masyarakat

Menyadari peran penting para garda terdepan pembangunan, Bupati H. Shalahuddin meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK, dan tenaga kontrak Pemda. Tak hanya itu, insentif bagi aparat desa termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), RT, dan RW juga ditingkatkan.

Pemerintah juga memberikan penghargaan yang layak bagi figur-figure yang melestarikan adat dan keagamaan. Insentif yang memadai diberikan kepada Damang, Mantir Adat, Penghulu Adat, hingga tokoh agama seperti Marbot Kaum dan Penjaga Rumah Ibadah. Demikian halnya dengan para pendidik non-formal dan guru agama, mulai dari guru TK/TPA/PAUD, SLTA, hingga Guru Ngaji dan Guru SHA, semuanya mendapat perhatian khusus.

Revitalisasi Adat dan Infrastruktur Strategis

Dalam rangka menjaga kearifan lokal, Penguatan peran lembaga adat dalam pembangunan dan pembinaan masyarakat diprogramkan secara sistematis. Sementara itu, untuk mendukung konektivitas dan aksesibilitas, pembangunan infrastruktur fisik digenjot secara masif.

Tiga jembatan strategis akan dibangun untuk menghubungkan wilayah-wilayah vital, yakni Jembatan Sikan, Jembatan T. Laung, Jembatan Lemo, dan Jembatan Lahei. Untuk menunjang akses menuju jembatan tersebut, akan dibangun jalan penghubung, termasuk Jalan T. Laung seberang-Montallat-Sikan, Jalan Jembatan Lemo, dan Jalan Jembatan Lahei.

Pembangunan jalan juga menyasar ruas-ruas krusial lain seperti Jalan SP KM 34-SP Benangin. Di ibu kota kabupaten, penataan kawasan akan dilakukan secara menyeluruh meliputi pelebaran Jalan Kota Muara Teweh, pelebaran Jalan Ujung Hasan Basri-SP Polimat-SP Bandara H.M. Sidiq, serta Penataan Kawasan Muara Teweh Baru.

Konsep kota modern juga dihadirkan melalui pembangunan Waterfront City dari ujung Jembatan Hasan Basri hingga SP Karang Jawa. Selain itu, fasilitas umum lain seperti Sport Center di ibukota kecamatan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK, dan penataan kawasan ex-bandara Beringin juga menjadi prioritas.

Terakhir, aspek lingkungan dan mitigasi bencana diperhatikan melalui program normalisasi dan penataan Sungai Bengaris untuk mencegah banjir dan menjaga kelestarian ekosistem sungai.

Bupati H. Shalahuddin mengakhiri dengan mengajak seluruh elemen masyarakat Barito Utara untuk bersatu. Ia mohon doa dan dukungan penuh dari “Pian semua” (masyarakat) agar seluruh program ini dapat berjalan lancar dan menjadi kebanggaan bersama, mewujudkan Barito Utara yang adil dan sejahtera bagi semua.
(Mulyadi/kmfsp)

Show More
Back to top button